Yang terhilang :')

Selasa, 31 Januari 2012

posting ini aku ambil disini , ceritanya sangat keren (my opinion) dan ngena banget loh :')
kata-kata yang aku dapat dari cerita ini adalah "Masa SD, masa dimana cinta hanyalah menjadi suatu hal yang lucu.Belum ada duka, hanya ada suka"

oke langsung aja baca cerita yg menyentuh ini :')
***


Untuk #30hariMenulisCinta hari ke 18
Di Kelas, saat ujian kimia berlangsung

"thinking maybe you'll comeback here to the place that we'd meet" - The Script

Dear kamu teman SD yang dulu pernah berjanji mengajariku bermain basket 

HEY, KAMU DIMANA?!
Benar deh, aku ingin berteriak begitu. Karena aku sebal, mulai frustasi, kenapa tak ada satupun teman SD kita yang tau keberadaanmu sekarang? Sejak kamu pindah kelas 2 SD sampai hari ini aku masih menanti janjimu yang dulu.
Ini memang cerita lampau, tapi aku ingin kamu mengingatnya lagi. Kuajak kamu kembali ke masa SD, masa dimana cinta hanyalah menjadi suatu hal yang lucu. Belum ada duka, hanya ada suka melulu.
Kamu yang waktu itu sangat akrab dengan bola basket, setiap jam istirahat selesai, masuk ke kelas dengan keringat merembes dimana-mana. Kamu memang tidak tampan, tapi ku akui kamu punya kharisma ketika kamu dan hobimu itu menyatu. Masih kelas 2 SD namun teknikmu luar biasa, bahkan lebih hebat dari pemain DBL SMA-ku kini.Terbukti, banyak perempuan yang menyukaimu waktu itu. 
Entah, kenapa aku tidak berpikir panjang untuk menyuratimu, ketika tema @PosCinta hari ini adalah "Surat Cinta Untuk Masa Kecilku" Aku tak pernah berpikir bahwa ini cinta, dan aku bukan salah satu dari mereka yang ingin menjadikanmu "pacar lucu-lucuan" (istilahku untuk menyebut "pacar" anak-anak SD macam itu) tapi benar yang terbayang hanya ingin mencarimu ketika aku mengingat lagi tentang masa SD-ku. Mungkin karena kamu satu-satunya yang ingat untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku waktu itu, mungkin karena kamu satu-satunya yang menyelamatiku setiap aku mendapat nilai bagus dalam ujian.Mungkin karena kita tetap asik dan memilih menjadi seorang anak-anak, memilih tetap berteman walau di sekitar kita kecil-kecil sudah punya gandengan. Mungkin aku, sekedar kangen bercakap denganmu seperti waktu itu, teman.
"Wow hebat bener agama dan matematika dapat nilai sepuluh ! Padahal susah, yang lainnya saja rata-rata cuma dapat 7, ajari dong"

"Boleh, tapi ajari aku main basket habis itu :P"

"Iya, janji lho ya?"
Mungkin kamu sudah lupa percakapan kita waktu itu, kedekatan kita waktu itu, namun kamu punya aku yang bersedia untuk mengisahkannya kembali padamu, tentu kalau Tuhan masih bersedia mempertemukan kita lagi. Aku tak peduli meskipun itu hanya satu kali. Tapi bagaimana ya aku bisa tahu kalau Tuhan mempertemukan kita lagi? Yang kuingat saja hanya wajah masa kecilmu, senyum masa kecilmu, dan bahkan nama masa kecilmu siapa tahu kamu sudah merubah namamu karena Mbah Google saja tak bisa menemukanmu.Kamu tak pernah datang reuni dan teman-teman yang kutanyai kamu dimana selalu saja bertanya balik "D*** yang mana sih?" Lalu bagaimana kita bisa bertemu lagi? Ah -_-

Dari sahabat kecilmu yang berharap kamu akan kembali ke tempat pertama kita bertemu lalu kamu berkata "Ayo, sekarang kuajari main basket"  
Sesimpel dan semudah itu saja harapanku.

2 komentar :

Anonim mengatakan...

makasiiiih ya udah di post disini ;)

Unknown mengatakan...

iya,sama2 ;)

Made With Love By The Dutch Lady Designs